Pedagang Pasar Loak Minta Pemprov DKI Beri Subsidi Silang

" Imbas Corona Pedagang Juga Minta Retribusi Autodebet Ditiadakan"

JAKARTA, WARTAKINI.CO- Imbas, mewabahnya Virus Corona Covid 19. Seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) Lokasi Sementara (Loksem) JP yang dibina Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta menurun drastis.

Seperti di wilayah Jakarta Pusat, total PKL Loksem JP ini dari nomor: 01 sampai dengan nomor: 65. Keluhan mereka yakni tentang pendapatan maupun penghasilan berdagang selama mewabahnya penyakit Covid 19 ini sangat menurun drastis.

Sementara, Ketua Paguyuban Loksem JP se Jakarta Pusat, Slamet Riyadi membenarkan, banyak keluhan dari para PKL Loksem JP se Jakarta Pusat mengenai penghasilan mereka sangat menurun drastis karena sepi pembeli.

“Kami sudah mengajukan kepada Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta untuk meniadakan retribusi auto debet Bank DKI selama tiga bulan ke depan. Saat ini masih menunggu,” ungkap Slamet Riyadi, Sabtu sore (04/04/2020).

Lanjut Slamet menambahkan, kami bersama para pedagang juga berharap Pemprov DKI menggelontorkan subsidi silang untuk para pedagang.

“Harapan kami Pemprov DKI Jakarta juga menggelontorkan subsidi silang untuk para pedagang. Sebagai bahan untuk solusi penyemangat bagi pedagang,” paparnya.

Sementara, Koordinator PKL Loksem JP nomor: 37 dan 38 Pasar Loak Poncol, Bungur Senen, Liliana menambahkan, dengan ada nya Covid 19. Pendapatan para pedagang saat ini menurun drastis.

“Para pedagang Loak Pasar Poncol, sebagian ada yang masih buka. Tapi ada pula pedagang yang tutup untuk pulang kampung. Kami berharap penyakit Covid 19 ini cepat berlalu,” ujarnya didampingi pengurus lainnya Fakih Maulana dan Andi Susilo.

Sebelumnya, tambah Liliana pengurus Pasar Poncol juga sudah melakukan antisipasi pencegahan penularan Virus Corona Covid 19 di kawasan area pasar Loak Poncol dengan melakukan penyemprotan cairan Disinfektan secara mandiri serta memasang spanduk himbauan, agar para pedagang sebelum maupun sesudah beraktivitas berdagang membiasakan mencuci tangan dengan sabun.

“Kami juga menyediakan tiga titik tempat cuci di area Pasar Poncol,” pungkasnya. (Is)