Santri Bikin Masker Kain Untuk Tambah Uang Jajan

SUBANG– Ditengah krisis wabah Corona beberapa santri ponpes Darul Falah melakukan inisiatif membuat kelompok wirausaha menjahit masker kain untuk di jual.

Prosesnya mereka diberi modal kain dan benang serta biaya menjahir per 1 masker Rp. 2000,- .pendapatan mereka tergantung berapa jumlah masker yang didapat.

“Kalau lancar bisa 100 Pieces per harinya, lalu kami menjualnya ke BUMP di pondok yang menyalurkan pondok nantinya, kita cuma kerja aja,” ujar Hesti santri asal Demak.

Menurut Hesti kelompok wirausaha santri berjumlah 6 orang dan dengan modal tekun mereka bisa mendapatkan keuntungan lebih dari membuat masker ini.

“Tergantung kuantitas berapa barang yang dijual ke BUMP, kalau sampai 1000 buah masker ya untungnya lebih besar,” imbuhnya.

BUMP merupakan Badan Usaha Milik Pesantren Ponpes Darul Falah memiliki bidang usaha yang memanfaatkan potensi usaha lokal dari jamaah, santri dan masyarakat sekitar.

“Membeli masker ke kami berarti membantu ekonomi pesantren, menghidupkan usaha santri dan memberikan spirit wirauaaha dan kaminjuha memiliki rekanan beberapa konveksi yang bisa dijalin kerjasamanya dengan mereka,” ungkap Pimpinan ponpes Darul Falah Subang, Kyai Ridwan Hartiwan, saat dihubungi.

Omzet harian usaha masker saat ini belum besar namun ada kecenderungan meningkat melihat pesanan yang datang.

“Meningkat pesanan seminggu ini saja kita membuat 10 ribu masker, minggu depan sudah ada pesanan 5 ribu lagi, ya mudah mudahan kedepan bukan hanya masker,” ungkapnya.

Selain masker saat ini BUMP ponpes Darul Falah sedang melakukan swasembada sandang, pengadaan sendiri pakaian seragam pesantren dari TK sampai dengan SMA.