Zaman Korona, Pelatih Seni Dituntut Inovatif

HOT News

Puluhan Sangar Seni Budaya di Jakpus Ditutup Sementara, Kasudin Dorong Pelatih Harus Punya Jurus Inovasi

JAKARTA, WARTAKINI.CO- Sebanyak 98 sangar tari yang dibina Suku Dinas (Sudin) Kebudayaan Jakarta Pusat ditutup sementara.

Hal tersebut dikarenakan adanya wabah pandemi Covid 19 dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sementara, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Pusat, M. Nurdin membenarkan, penghentian sementara kegiatan ini sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor: 33 tahun 2020, selama masa PSBB para pelatih bisa melakukan inovasi dan jurus untuk diajarkan kepada peserta didiknya usai kondisi di Ibukota pulih kembali.

Loading...

Diakui Nurdin, dari 98 sanggar di Jakarta Pusat yang menjadi binaannya meliputi sanggar tanjidor, gambang kromong, pengrajin ondel-ondel hingga sanggar tari betawi.

“Seluruh aktivitas sanggar di Jakarta Pusat untuk sementara ditutup. Nah, saat ini kami minta para pelaku seni dapat menciptakan hal baru dalam jiwa seni dan lebih kreatif. Nanti setelah situasi normal, jurus dan inovasi seni dapat diajarkan peserta didiknya,” jelas Nurdin saat dihubungi melalui via telepon, Senin (20/04/2020).

Nurdin juga mengaku, bahwa selama PSBB, berlangsung koordinasi antar pemilik sanggar dengan pihaknya menggunakan smartphone. Hal ini diupayakan untuk meminimalisir adanya pertemuan langsung atau tatap muka.

“Kami himbau seluruh pemilik sanggar untuk mematuhi peraturan tentang PSBB sebagai upaya memutus mata rantai penularan virus Covid 19. Nyok bareng-bareng dukung program Pemerintah yang tujuannya untuk memutus mata rantai Covid-19 dengan cara diam dirumah, jangan berkumpul dan berkerumun. Jika keluar rumah, jangan lupa pakai masker dan setelah beraktivitas selalu cuci tangan dengan sabun,” pungkasnya. (Is)

Topik Terbaru

Related Articles

Aktifkan Notifikasi Wartakini.co    Aktif Tidak