Dekot Jakpus Minta Pemkot Tetap Bagikan Sembako disaat ‘New Normal’

JAKARTA, WARTAKINI.CO- Dewan Kota (Dekot) Jakarta Pusat usul dalam persiapan Perubahan Gaya Hidup Baru (New Normal).

Pasalnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memberlakukan new normal usai pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ke tiga pada 4 Juni 2020 mendatang.

Wakil Ketua Dewan Kota (Dekot) Jakarta Pusat, Nasirman Chaniago mengusulkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat untuk tetap mendistribusikan bantuan paket sembako warga masyarakat di saat Perubahan Gaya Hidup Baru (New Normal).

Selain itu, tambah Nasirman Pemkot Jakpus agar mensosialisasikan kepada warga masyarakat di tingkat paling bawah tentang apa arti New Normal ini.

Dengan pemberlakuan new normal ini, kata Nasirman tentunya akan mempengaruhi gaya hidup bagi masyarakat antara lain seperti menjaga jarak selama Virus Corona Covid 19 belum musnah, masyarakat harus terbiasa dengan prilaku menjaga jarak fisik dari orang lain. Tidak lagi berjabatan tangan, ‘cipika-cipiki’, untuk menghindari kerumunan. Tentunya prilaku semacam ini akan terus dilakukan selama new normal dilakukan.

Kemudian, menjaga kesehatan menjadi prioritas selama pemberlakuan new normal membuat masyarakat harus menjalani sejumlah protokol kesehatan saat beraktifitas di luar rumah. Rajin mencuci tangan dengan sabun, mengunakan masker dan sarung tangan akan menjadi gaya hidup di saat new normal.

Selanjutnya, membiasakan diri dengan beraktivitas virtual. Aturan bekerja dari rumah atau Work From Home hingga sekolah dari rumah yang memanfaatkan teknologi virtual.

Lalu take Away, layanan pesan antar makanan, Meski Mal di Jakarta akan dibuka dengan beberapa aturan. Namun, kebiasaan melakukan pesan antar makanan akan terus dilakukan di tahap new normal, untuk menghindari keramaian di gerai makanan.

Dan yang terakhir, sambung Nasirman persiapan mental untuk berubah dalam menjalani gaya hidup new normal perlu kesiapan mental. Dimulai dari individu dan masyarakat untuk menerima gaya hidup new normal dari gaya hidup sebelumnya. Sebab, bila tidak ada kesiapan mental untuk berubah, akan menimbulkan depresi dan kecemasan.

“Dekot Jakarta Pusat siap mendampingi Pemkot Jakpus dalam mensosialisasikan pemberlakuan New Normal kepada masyarakat di tingkat paling bawah,” jelas Nasirman. (Is)