Senin, Juli 13, 2020
Beranda Daerah Peringatan Harganas, DPPKB Kota Bandung Gelar Webinar dan Pelayanan KB Gratis

Peringatan Harganas, DPPKB Kota Bandung Gelar Webinar dan Pelayanan KB Gratis

WARTAKINI.co , Bandung – Dalam rangka Hari Keluarga Nasional XXVI Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung gelar Seminar Kependudukan Via Zoom Meeting dengan tema “Menyiapkan Generasi Unggul dan Agamis Dalam Menyongsong Bonus Demografi”.

Dengan Narasumber Ibu Ketua TP.PKK Kota Bandung yang juga merupakan ketua dari Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) yaitu Hj. Siti Muntamah, S.AP atau yang sering disapa Ummi. “Fase Penting Negara ini dalam mempersiapkan Bonus Demografi, dimana usia produktif sangat dominan di 60 – 70%. Maka kita harus mempersiapkan semuanya  dengan baik sehingga kita mampu mewujudkan masyarakat yang sejahtera di tahun 2025.” Sambut Ummi Melalui Webinar Seminar Kependudukan, Kamis (25/6/2020).

Selain Seminar Kependudukan Via Zoom Meeting Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung menggelar pelayanan KB gratis. Dengan menargetkan 18.000 akseptor Keluarga Berencana (KB) saat puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang diperingati tanggal 29 Juni 2020 mendatang. Hal ini merupakan bagian dari gerakan

Kepala DPPKB Kota Bandung, Andri Darusman mengaku sudah memulai menerima kembali akseptor KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) setelah sekian lama tutup layanan karena pandemi Covid-19. Selama wabah ini, DPPKB hanya membuka layanan kontrasepsi pil dan kondom.

“Kami sementara tidak menerima pemasangan kontrasepsi jangka panjang. kalau tidak ada keluhan, pil dan kondom saja yang kita fasilitasi secara langsung. Kalau ada keluhan baru kita rekomendasi untuk dilayani,” kata Andri di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Kamis (25/6/2020).

Karenanya, dalam momentum Harganas ini disebut dia, DPPKB Kota Bandung membuka kesempatan bagi pasangan usia subur untuk memasang alat kontrasepsi demi mendukung program KB. Hal itu menjadi upaya untuk menciptakan keluarga yang berkualitas di masa depan.

Pasangan yang ingin mengikuti program ini bisa mendaftarkan diri kepada para kader Posyandu. Setelah itu, mereka akan mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan terdekat. “Kami sudah mendistribusikan alat kontrasepsi ke semua faskes, jadi insyaallah kalau warga ingin ber-KB tidak terkendala,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Keluarga Berencana DPPKB Kota Bandung, Sri Erna Puspita Sitepu menuturkan, hingga saat ini, penggunaan alat kontrasepsi di Kota Bandung sudah cukup baik. Setidaknya, 75 persen dari 365.000 pasangan usia subur telah menggunakannya. Harapannya, angka kelahiran di Kota Bandung bisa terkendali.

“Kalau di Kota Bandung bagus. Penerapan KB sudah baik, dilihat dari penggunaan KB oleh pasangan usia subur,” kata Sri.

Selain itu, sambung dia, angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) Kota Bandung berada di angka 1,97. Hal itu menunjukkan bahwa rata-rata seorang wanita melahirkan di masa suburnya adalah dua anak saja.

Di masa pandemi ini, tren kehamilan juga menunjukkan angka yang menurun. Namun, Sri tidak ingin cepat menyimpulkan, sebab data tersebut dinilai belum lengkap. Pada bulan Mei ini, angka kehamilan di Kota Bandung mencapai 2.210 kehamilan.

“Tren untuk kehamilan memang turun. Tetapi kami menganalisa, kemungkinan karena datanya belum semua masuk. Karena kita banyak petugas puskesmas yang WFH, atau Posyandunya tidak jalan. Karena ibu hamil biasanya datang ke Posyandu,” ucapnya.