Sikap Oknum Anggota Dewan Sumedang Ini Diprotes Wartawan

Pemred: Jangan Terlalu Tendensius, Ngopi Aja!

FOTO: Kegiatan Baksos JSC yang diikuti beberapa awak media di Panenjoan Pamulihan Sumedang.

BANDUNG-Bagi pejabat publik seharusnya memahami kebutuhan informasi bagi masyarakat dan ketika dikonfirmasi wartawan yang memberitakan seharusnya menghargai profesi wartawan.

Kejadian yang dialami Endi dibahas di Rapat Redaksi yang menyimpulkan diduga anggota dewan dari Komisi 3 DPRD kabupaten Sumedang DM dari Partai Demokrat dianggap tendensius saat dimintai tanggapan soal pemberitaan.

“Kami sudah menanyakan langsung kejadian itu kepada wartawan kami, sebagai pemred kami bertanggung jawab dengan pemberitaan di lapangan, kalau salah ada alamat dan nomor telpon, kalau bisa diberi hak jawab ya lakukan, tapi jangan ada tendensi berlebihan terhadap profesi jurnalis,” ungkapnya.

Mohammad Ridwan mengatakan terkait kewajiban lapor forum wartawan jika akan membuat berita bisa diartikan adanya fatsun atau etika.

“Kalau pemberitaan tidak perlu lapor dulu selama bisa berimbang dan sesuai UU Jurnalistik, kalau di daerah memang selalu ada forum wartawan khusus media mainstream, sebagai orang timur maksudnya bisa jadi ada baiknya yang junior bicara dulu ke senior, yang muda ngomong dulu ke yang lebih tua,” imbuhnya.

Berawal dari pemberitaan mushola Al Furqon di daerah Panenjoan Pamulihan Sumedang yang sempat ramai di medsos.

Mohammad Ridwan juga menilai wajar jika wartawan ingin mengkonfirmasi anggota dewan yang terhormat sebagai wakil rakyat.

“Wajar, dinamis, jika ada mis komunikasi di lapangan, sebagai media mainstream Indowarta Grup selalu melindungi pekerjaan para jurnalisnya di lapangan termasuk jika ada permasalahan biasanya kami bahas dulu sehingga jelas duduk perkaranya,” pungkasnya.

Dalam penyelesaian masalah wartawan  Indowarta Grup memiliki mekanisme tersendiri tergantung kasusnya, kalau karena hanya  miskomunikasi,” Selesaikan aja sama wartawannya dengan ngopi,” pungkasnya.[dedi]