Kementerian PUPR Kucurkan Dana Rp.8,5 Milyar Rehab Situ Tambakmekar Subang

WARTAKINI.co, SUBANG– Melalui Kementrian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Sumber Daya Alam Balai Besar Wilayah Sungai Citarum BBWS melaksanakan rehabilitasi situ Tambakmekar kabupaten Subang.

Pekerjaan akan dimulai dari situ Ranca bogo sampai situ Rancadeuleug dengan anggaran biaya sekitar Rp 8,5 Milyar dengan waktu pelaksanaan rehabilitasi situ tersebut, akan dilaksanakan selama 200 hari kalender.

Kepala desa Tambakmekar Dede Ruhendi mengatakan,” Bali Besar Wilayah Sungai melaksanakan 2 pekerjaan, bagian operasional dan pemeliharaan dari mulai kosambi ke Binong pembangunan TPT terus dari kosambi sampai Cimaung oleh Dana Sungai dan Embung, insyaaloh akan tercover terusan dari ranca teja,” ungkapnya.

Kades Dede juga Berharap dengan pekerjaan ini, masih ada program yang diusulkan diantaranya untuk pengerukan situ, pengembangan jembatan, TPT dan pintu air sudah kita usulkan, mudah mudahan bisa cepat terlealisasi.

“Mengenai situasi dilapangan, desa tidak banyak berbuat banyak, hanya sebatas koordinasi biar LPM dan Karangtaruna yang terjun langsung dengan perusahaan yang sedang melaksanakan pekerjaan,” imbuhnya

Harapan kedepan, setelah selesai dikerjakan oleh ASE BBWS sepanjang sungai ranca deuleug sudah di TPT dan kedalamanya sudah dikeruk, sehingga aliran sungai bisa normal kembali.

Sementara kepala proyek tersebut Baron mengatakan,” sampai saat ini  pembangunan rehabilitasi proyek ini telah dilaksanakan, waktu pekerjaan akan dilaksanakan sampai bulan oktober, insyaaloh bisa tercapai target pekerjaan,” ungkapnya.

Persilahkan Warga Sekitar Ikut Bekerja

Dia juga mengatakan,”Mengenai tenaga kerja pribumi atau warga asli Tambakmekar, sampai saat ini belum ada yang datang kesini, selama ini kami welcome bagi warga yang mau ikut bekerja disini,” ujar Baron.

Sementara Ketua LPM Desa Tambakmekar Cahya Nernawan mengatakan,” Pekerjaan rehabilitasi situ ranca deuleug sampai hari ini sudah berjalan dua minggu, kita LPM beserta karang taruna desa ikut dilibatkan dalam proyek rehabilitasi situ tersebut, salah satunya mengisi  barang pasir dan batu,” ungkapnya.

Mengenai kesepakatan tenaga kerja pribumi, semuanya sudah kerjasama dari mulai RT sampai Kepala desa kita sepakat, untuk tenaga kerja dari pribumi 60% dan dari pihak perusahaan 40%.

“Kita LPM dan Karang Taruna desa dengan pihak perusahaan telah sepakat, untuk pengadaan barang, berupa pasir dan batu pihak kita yang mengadakan barang tersebut, begitu juga mengenai tenaga kerja,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan Cahya,”Dari kita pribumi asli Tambakmekar sebanyak 60% dan dari perusahaan 40%, tetapi sampai saat ini tenaga kerja dari pribumi hanya beberapa orang, mereka tidak minat untuk bekerja disini,” pungkasnya.[dudi]