Pembangunan Rumah Deret Cluster di Kemayoran Menjamur, Kinerja Petugas CKTRP Dipertanyakan

WARTAKINI.CO, JAKARTA- Pembangunan rumah minimalis dibilangan Jalan Kepu Dalam VIII Jakarta Pusat dipertanyakan warga Kemayoran luput dari pengawasan petugas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP).

Pasalnya, pembangunan rumah minimalis seperti cluster ini tambah menjamur di wilayah Kecamatan Kemayoran, walaupun pembangunannya berada di pemukiman gang sempit dan padat penduduk.

“Pembangunan rumah minimalis ini, sekarang sudah menjamur di wilayah Kemayoran. Sudah gituh, pembangunan nya banyak yang tidak sesuai dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB),” cetus Ricky (41) warga Kecamatan Kemayoran, Jumat sore (9/7/2020).

Menanggapi hal tersebut, tokoh masyarakat Budiman menegaskan, pihak Pemerintah setempat harus nya mensosialisasikan kepada masyarakat tentang zonasi peruntukan kepada masyarakat supaya mengetahui dengan jelas. Terlebih banyak pembangunan serupa dibangun di pemukiman warga yang secara kasat mata untuk kepentingan bisnis pengembang properti.

“Pembangunan rumah deret ini seharusnya tidak melihat untuk kepentingan pengembang. Hal ini penting disikapi Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan karena banyak pengembang nakal,” tandasnya.

Karena, tambah tokoh ini banyak laporan keluhan dari masyarakat terkait dengan pembangunan dilapangan tidak sesuai dengan IMB.

Meski begitu, menurut keterangan Kepala Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kecamatan Kemayoran, boleh-boleh saja pembangunan rumah deret seperti cluster itu karena tidak ada aturan.

“Peruntukan di lokasi tersebut merupakan zona R untuk rumah tinggal. Sudah ada lima IMB yang dikeluarkan dari PTSP,” singkatnya.

Kepala Sektor (Kasektor) CKTRP Kecamatan Kemayoran, Reza saat dikonfirmasi mengaku, pembangunan rumah deret minimalis tersebut sudah di cek ke lokasi.”Sudah di cek ke lokasi bangunan tersebut. Ada lima IMB dari PTSP Kecamatan Kemayoran,” ujarnya.

Meski demikian Reza berjanji akan menindak tegas, jika ada pelanggaran di lokasi pembangunan itu.”Kalau lebih dari lima unit akan kami tindak bangunan itu,” jelasnya melalui via telepon seluler.

Sementara itu, pantauan di lapangan dan beberapa sumber di lokasi bahwa pembangunan rumah itu, dua unit sudah dihuni. Sedangkan, 4 unit sedang dalam tahap pembangunan dan sebidang tanah lagi yang sedang dirancang untuk dibangun.

Ditempat terpisah, Pengamat Perkotaan, Yayat Supriyatna mengatakan, wilayah Kemayoran punya potensi berkembang, karena ada areal kawasan bisnis baru di ex Bandara Kemayoran.

Bicara soal pembangunan cluster di dalam Gang pemukiman warga padat penduduk yang dibangun pengembang. “Pola ini sangat menarik, karena sifatnya tunai, tidak KPR, cash money, tidak ribet, uang cepet berputar dan IMB nya rumah pribadi,” pungkasnya.

Terlebih, tambah Yayat jika memungkinkan terjangkau kelompok menengah dan bersaing dengan harga apartemen, ini pasaran nya pasti tinggi. Namun saat disinggung soal pelanggaran IMB, pengamat ini mengatakan, “itu hal yang biasalah,” paparnya melalui via telepon. (Is)