Dugaan Penyelewengan Bansos Covid-19 Jabar Libatkan RT Hingga Camat

WARTAKINI.co , Bandung – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) mengungkapkan tengah menyelidiki 13 kasus dugaan penyelewengan penyaluran bantuan sosial (Bansos) bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19.
.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar, Kombes Pol Yaved Duma Parembang membeberkan, para terduga pelaku dalam 13 kasus dugaan penyelewengan dana bansos mayoritas aparatur kewilayahan, mulai dari camat, kepala desa, perangkat desa hingga ketua RT.
.
“Bahkan, ada juga penyelewengan yang diduga dilakukan kepala dinas sosial.” kata Yeved, dalam keterangan tertulis yang diterima.
.
Untuk modus mayoritas aparatur kewilayahan yang selewengkan bansos Covid-19 ungkap Yaved beragam.
.
Ada yang memotong langsung dana atau mengganti isi dus bansos yang berupa kebutuhan pokok dengan produk yang kuailtasnya lebih rendah atau lebih murah harganya.
Bansos provinsi senilai Rp500 ribu merupakan salah satu dari delapan pintu bantuan bagi warga terdampak pandemi. Selain bansos provinsi, ada Kartu PKH, Kartu Sembako, bansos presiden untuk perantau di Jabodetabek, Dana Desa, Kartu Prakerja, bantuan tunai Kementerian Sosial, dan bansos kabupaten/kota.
Pemprov Jabar berkolaborasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memadankan data penerima bansos, supaya tepat sasaran dan berkeadilan. Distribusi bansos tahap II ditargetkan selesai pada 22 Juli yang lalu