Potensi Désa Digital Sumbang Negara 1,4 Trilyun

Desa Digital
Pegiat Desa Digital, Ariani Djalal

WARTAKINI.CO – Telekomunikasi internet sudah hampir menjadi kebutuhan pokok sampai ke desa. Apalagi dalam situasi pandemic seperti saat ini. Sarana Pendidikan sebagai kebutuhan dasar suatu bangsa seharusnya dapat dipenuhi dalam layanan telekomunikasi. Dikatakan Penggerak Desa Digital, Ariani Djalal disisi lain Bidang telekomunikasi menyumbang pendapatan negara sebesar 12 trilyun per tahun dari pendapatan PPH dan PPN sekitar 1,4 trilyun, pendapatan Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP) Universaal Service Obligation (USO) sebesar 195 milyar per tahun.

Untuk itu perlu dipersiapkan percepatan Program Desa Digital dengan menggandeng mitra-mitra strategis diantaranya dengan menggandeng Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). “Ya saat ini tengah mempersiapkan Tim Percepatan Desa Digital yang merujuk definisi desa pada konstitusi Pasal 18 dan Pasal 18B ayat (2), sebagai kesatuan masyarakat hukum, desa memiliki hak asal usul dan hak tradisional dalam mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri,” tutur mantan Staf Presiden RI ini kepada wartawan di Subang, Selasa (11/8/2020).

Gerakan Masyarakat Membangun Desa kata dia merupakan pekerjaan yang terlihat sederhana namun cukup kompleks dalam pendampingan. “Seperti regulasi agar penghargaan negara atas desa yang tertuang dalam konstitusi dapat terwujud,” imbuhnya.

Ariani menegaskan informasi potensi pendapatan yang kembali ke desa harus sampai ke presiden. “Agar kebijakan-kebijakan dapat dukungan para pembantu Presiden Jokowi,” tandasnya.

Senada dikatakan Jamalul Izza sebagai Ketua APJII menyatakan momen ini sebenarnya sangat pas. Kata dia APJII siap mendukung percepatan program Desa Digital. Dalam rencana kerjanya sudah mempersiapkan desa internet mandiri.  “Perhitungan kami, jika program ini berjalan akan membawa pendapatan hasil yang kembali ke desa melalui unit usaha desa sekitar 1,4 T (trilyun) per tahun. Dengan asumsi perhitungan jika 500 kabupaten terdapat 50 desa yang berpartisipasi dalam unit usaha telekomunikasi,” paparnya.

Potensi ekonomi yang sangat besar dari usaha desa seharusnya segera dimanfaatkan. Ada bermacam skema usaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa.