APBD Perubahan Kota Bandung Turun 1 Triliun, Kenapa….

Penurunan nilai APBD murni Kota Bandung semula ditargetkan mencapai Rp7,1 triliun. Namun pada APBD Perubahan (APBDP) mendapat persetujuan DPRD Kota Bandung menjadi Rp6,035 triliun.

“Memang ini karena dampak ketika ada Covid-19,” ucap Wali Kota Bandung, Oded M. Danial usai rapat paripurna Perubahan APBD di Gedung DPRD Kota Bandung, Senin, (21/9/2021).

Wali Kota mengungkapkan, pandemi Covid-19 memang telah mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD)

“Bandung itu kota kuliner, kota jasa. Jadi itu pajak yang riweuh, penurunan sampai 60 persen,” katanya.

Meski begitu, Oded menyatakan Pemkot Bandung tidak akan menyerah begitu saja dengan capaian target pendapatan yang hanya terpenuhi 40 persen. Pihaknya akan terus mendongkrak pendapatan dari sektor lain.

Oded berharap, sejumlah relaksasi di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini mampu menumbuhkan kembali geliat perekonomian di Kota Bandung. Sekecil apapun potensi dari setiap mata pajak, Pemkot Bandung bakal memgoptimalkannya.

“Sekarang masih ada waktu sampai Desember nanti. Saya sedang terus menggenjotnya. Kemarin prediksinya kita bisa sampai di angka 60 persen. Pajak yang kecil-kecilnya juga akan kita kumpulkan, jangan sampai terlewat,” katanya.

Meski terdapat penurunan, namun Oded menegaskan, Pemkot Bandung tetap mengalokasikan anggaran layanan dasar bagi masyarakat Kota Bandung dengan maksimal.