Cawabup Bassam Kasuba Kunjungi Korban Kebakaran, Berikut Kronologis Kejadiaan

LABUHA – Calon Wakil Bupati Halmahera Selatan Hassan Ali Bassam Kasuba kunjungi korban kebakaran di Desa Amasing Goro, Kecamatan Bacan, Rabu (16/09). Kejadian Naas itu terjadi pada Rabu sekira pukul 04: WIT dini hari tadi, yang manghanguskan dua rumah milik warga setempat.

Calon Wakil Bupati yang berpasangan dengan Usman Sidik itu didukung 9 partai politik yakni PKB, PKS, PSI, PAN, Demokrat, Golkar, PDI-Perjuangan, Berkarya dan PKPI itu mendengar keluhan dua kerluarga yang korban kebakaran itu.

Selain itu anak sulung mantan Bupati Halsel dua periode itu juga merasa prihatin terhadap kejadian yang menimpa keluarga Sania Arifin (45) dan Aji Arifin (48). Kejadian naas yang dialami kedua bersaudara itu memilki rumah berhempitan alias berseblahan dan diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta.

“Torang tra bisa kase salamat barang-barang dalam rumah. Torang lari dengan pakaian badan kasihan untuk kase salamat torang pe nyawa,” kata Sania Arifin, diselah-sela kunjungan Bassam Kasuba, Rabu (16/09).

Sania menceritakan kejadian terjadi sekira jam 4 subut tadi. Api bermula dari pangkalan minyak milik Sania tepat didepan rumahnya, namun sampai saat ini belum tahu menau penyebabnya seperti apa hingga terbakar.

Lanjut Sania, yang ikut terbakar 4 kendaraan roda dua (motor), ijazah milik anaknya yang saat ini kerja di sebagai bidan, ijazah salah satu anaknya yang saat ini bekerja di perusahan pertambangan.

Selain ijazah kedua anaknya itu ada juga berkas milik anak-anaknya yang masih duduk di bangsu sekolah serta barang berharga lainnya. “Ijazah anak saya dan berkas-berkas penting yaitu sertifikat rumah dan masih banyak lagi barang berharga yang tabakar habis,” cerita Sania sambil menangis saat ditemui Bassam Kasuba dilokasi.

Dia mengaku rumahnya yang terbakar ini tidak bisa direhab karena semua telah ludes terbakar maka dari itu apabila ditempati kembali harus membuat ulang dari awal.

Ibu dua cucu itu mengaku saat kejadian dirinya bersama dua cucunya yang masih belita dan anak-anak serta suaminya sementara tidur mulas. “Torang 7 orang tidor dalam rumah, kalau rumah seblah punya kaka dorang dua orang deng anaknya karena kaka pe laki so meninggal,” jelas cerita Sania saat ditemui media ini.(Ilham)