Ekspedisi Tangguh Turtleneck Bersama Figur Perempuan Berpengaruh

WARTAKINI.co – Turtleneck menyimpan reputasi historis yang panjang dan radikal karena kaitannya yang erat dengan berbagai figur perempuan yang memiliki influence mendunia dan tidak termakan oleh zaman. Kepiawaian tersebut diawali saat item ini menjadi seragam bertanding para atlet olahraga polo di tahun 1860, yang menjadi favorit para working class di abad ke-19 pada budaya western.

Di antara momen debut dari turtleneck tadi, terselip sebuah movement yang berfokus pada perempuan lewat karakter fiksi Gibson Girl dalam bentuk ilustrasi wajah perempuan mengenakan high-neckline. Gibson Girl adalah ikon perempuan ideal yang atraktif, aktif, dan independent. Tibalah saatnya eksistensi turtleneck menjadi kian menarik, dimana pergeseran dinamis dari yang sebelumnya adalah working uniform para lelaki, ke pakaian para sensual bombshell yaitu Jayne Mansfield dan Marylin Monroe.

From then, under most-celebrated women’s spell, the alluring turtleneck has graced Hollywood high-fashion production, the important life shift of the mourned First Lady, and the glamourous night out of New York art dealer with British Rock & Roll icon who was deeply in love.

The Milestone of strength, style, and modesty
“I am different,” ungkapan pada script film Funny Face di tahun 1957 yang diucapkan pemeran utamanya yaitu Audrey Hepburn, mejelaskan alasannya mengenakan turtleneck. Tampilan serba hitam ini, bahkan dijadikan movie poster. Film bernuansa energetic yang menghubungkan kota New York dan Paris, mengangkat figur perempuan yang memiliki misi akademis, di balik keputusannya untuk menerima tawaran berkarir modelling yang membawanya ke kota berjulukan City of Light.

Hidup seolah menghempas Jacqueline Lee Bouvier Kennedy a.k.a Jackie O. ke sebuah momen berduka yang tidak ia duga yakni kepergian suaminya, John F. Kennedy yang terjadi ditengah kampanye politik di siang hari yang nahas. Lima tahun berselang, Jackie meninggalkan trauma tadi lewat keputusan yang mengejutkan publik Amerika yaitu menikah. Meninggalkan bayang-bayang kehidupan sebagai First Lady di Gedung Putih yang ia namakan Camelot, demi keamanan ke-2 anaknya. Wajah radiant dan senyum hangat Jackie, seolah kembali hadir seperti ketika ia bersepeda mengelilingi Central Park dan mengenakan turtleneck.

Signifies versatility and expertise pride
Tren berpakaian terus berkembang dinamis mengikuti karakter setiap pemakainya. Turtleneck yang timeless, membuka jalan bagi evolusi gaya yang tanpa batas terjadi. Seperti berekspedisi menggunakan mesin waktu, serupa dengan mendiang Steve Jobs yang dikenal dengan gayanya yang modest bersama turtleneck, para aktivis perempuan di era 70-an, juga mengenakan turtleneck saat sedang bertugas. Telah lama turtleneck menjadi kegemaran dari para profesional yang menembus budaya dan preferensi personal.

Pada salah satu orasi di awal tahun ini, politikus berusia 30 tahun Alexandria Ocasio-Cortez mengenakan turtleneck saat menyampaikan hal yang menjadi perhatiannya yaitu corona di distrik yang diwakilinya yaitu The Bronx dan Queens. Begitu juga profesional lainnya seperti the queen of minimalism Jil Sander dan Phoebe Philo yang berhasil merombak tampilan entrepreneur muda perempuan. Jil dan Phoebe menjadikan turtleneck sebagai workwear item hingga di acara resmi seperti press conference dan saat menutup fashion show. Kemampuan turtleneck dalam menghadirkan kesan sopan dari sang pemakai, membuat berbagai nama besar dengan keahlian dan kesuksesan yang belum tergesarkan tersebut, seolah mensinyalkan prestasinya lewat konteks kesederhaan yang merupakan spirit dari turtleneck itu sendiri. Truly terrific!


Di Mata Perempuan

Perempuan memiliki andil besar dalam evolusi turtleneck hingga hari ini. UNIQLO merayakan moment of truth milik turtleneck melalui kampanye #WomanInProgress yang berkolaborasi dengan Narasi bersama empat perempuan Inspiratif yaitu Najwa Shihab, Cinta Laura, Mira Lesmana, dan Adinia Wirasti, yang mengenakan UNIQLO HEATTECH Fleece Turtleneck. Opsi basic milik UNIQLO yang dijadikan must-have item terbaru karena pesona classic, sleek, dan versatile, yang menyuntikkan rasa percaya diri.

Di Mata Perempuan menyatukan para perempuan inspiratif ini untuk merayakan kepiawaian turtleneck sebagai simbol dari perempuan kuat, percaya diri, passionate, berani, dan nyaman dengan dirinya sendiri. Turtleneck juga dijadikan simbol untuk menyuarakan progress setiap insan tersebut yang memiliki pengaruh luas lewat bakat dan pencapaian, juga dipastikan menjadi tren sepanjang tahun 2020. Tahun dari pembuktian kapasitas seluruh lapisan society, to strive and be happy.