Pasar Modern Bacan Halmahera Selatan ditinggal Pedagang

Foto: Pedagang Kembali Ke Pasar Lama Dan Tinggalkan Pasar Moderen.

WARTAKINI.co, LABUHA, – Kehadiran pasar Bumdes Labuha membawa dampak negatif bagi pedagang yang menempati pasar modern Bacan yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan (Halsel) di Desa Tuokona, Kecamatan Bacan Selatan.

Pasar yang dibangun oleh pemerintah tersebut kini ditinggalkan para pedagang lantaran sepi dari pembeli, sehingga para pedagang harus keluar dan menempati sisi jalan pertimbangan pasar Labuha.

Ditemui Wartakini.co Hasna salah satu pedagang barito di pasar modern mengaku, terpaksa harus keluar karena jualannya tidak laku.”Kalau pemerintah tutup penjual barito di pasar Bumdes Labuha, kami dengan sendiri masuk kembali ke pasar modern,”.ucap selasa (15/9/20).

Ia mengaku, sejak minggu pertama pemindahan pasar modern, daganganya laris manis, karena ramai dikunjungi pembeli, namun setelah pasar Bumdes Labuha diresmikan, para pembeli lebih memilih berbelanja di pasar Labuha dibanding mendatangi pasar modern di Desa Tuokona.

“Harusnya cukup pedagang pakaian dan sembako yang diizinkan berdagang di pasar Bumdes Labuha, semua pedagang barito harusnya direlokasi ke pasar modern, biar pembeli terfokus,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepada Dinas Perindag Halsel, Nur Muhammad, dikonfirmasi membenarkan, kehadiran pasar Bumdes Labuha memberi dampak negatif bagi pedagang di pasar moderen.”Kami sekarang melakukan upaya komunikasi yang baik dengan Kades Labuha, untuk tidak membolehkan pedagang barito dan ikan, berjualan di pasar Bumdes Labuha,”katany

Selain sepi pembeli, aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes pedagang terhadap Disperindag selaku otoritas yang mengatur pedagang dan pasar.”Ini bagian dari protes pedagang, maka kami harus menyelesaikannya,” ucap Nur.

Dia memastikan, akan segera menyelesaikan masalah yang terjadi di pasar modern, “solusinya, kami harus hentikan pedagang barito dan ikan di pasar bumdes Labuha,”pungkasnya.