WARTAKINI.co – Vaksin merah putih untuk virus corona (Covid-19) di Indonesia diperkirakan baru bisa diproduksi secara massal pada triwulan ke-4 tahun 2021. Itu artinya vaksin asli buatan Indonesia untuk warga baru bisa diproduksi di bulan Oktober tahun depan.

Hal ini disampaikan Menteri Riset dan Teknologi/BRIN Bambang Brodjonegoro dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo terkait pertemuan dengan tim percepatan pengembangan vaksin di Istana Bogor.

“Perkiraan di triwulan ke-4 2021 kita bisa produksi dalam jumlah besar dan nanti akan melengkapi vaksin Covid-19 yang awalnya didatangkan dari kerja sama pihak luar,” kata Bambang, Rabu (9/9).

Vaksin dari pihak luar yang dimaksud Bambang di antaranya dari Sinovac China Uni Emirat Arab (UEA).

Adapun vaksin merah putih yang dikembangkan oleh lembaga Eijkman proses pengembangan bibit vaksinnya sudah 50 persen. Akhir tahun, pihaknya menargetkan sudah bisa selesai dan diuji ke hewan dan pada awal tahun 2021 sudah bisa uji klinis vaksin.

“Awal tahun depan sekitar Januari, Eijkman bisa menyerahkan bibit vaksin merah putih ke PT Biofarma uji klinis tahap 1, 2, dan 3,” kata Bambang.

Setelah uji klinis vaksin merah putih selesai, vaksin bisa digunakan setelah mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Setelah izin dari BPOM keluar, bisa diproduksi massal oleh PT Biofarma,” tegas Bambang.

Bambang yakin vaksin yang menggunakan isolat virus yang beredar di Indonesia akan cocok dengan daya tahan tubuh 250 juta lebih masyarakat Tanah Air. Bambang menargetkan akan memproduksi 250 juta vaksin per tahun vaksin merah putih yang akan melibatkan perusahaan farmasi swasta dengan pengawasan BPOM.

“Dengan tambahan dari swasta kita harapkan Indonesia memiliki kemandirian di dalam penyediaan dan pengembangan vaksin Covid-19 ini. Pemberian vaksin bisa lebih dari sekali untuk setiap individu di Indonesia,” demikian Bambang.