34.709 Warga Papua Terjaring Operasi Yustisi

WARTAKINI.co, JAYAPURA – Pada hari Jumat tanggal 16 Oktober 2020, Satgas Covid 19 adakan operasi yustisi sebagai langkah tegas kepada warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Polda Papua mencatat sebanyak 34.709 orang terjaring operasi Yustisi di wilayah hukum Polda Papua dan Polres jajaran yang dilaksanakan oleh personil gabungan TNI-Polri dan Satpol PP. Jumlah tersebut merupakan hasil akumulasi operasi selama periode 14 September hingga 16 Oktober 2020.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH mengatakan ada dua kategori sanksi yang diberikan kepada para pelanggar tersebut. Kategori pertama, yakni pelanggar dikenakan teguran, dan kategori berikutnya pelanggar mendapat sanksi administrasi.

Pelanggar yang dikenakan teguran lisan diberikan pemahaman untuk selalu menaati protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan tidak berkerumun, sedangkan sanksi administrasi, mengharuskan para pelanggar membayar uang denda.

Untuk sanksi berupa teguran secara lisan sebanyak 34.605 dan teguran secara tertulis sebanyak 104 orang, kemudian sanksi administrasi berupa denda sebanyak Rp. 132.890.000 dan penghentian/penutupan sementara tempat usaha sebanyak 6 tempat usaha.

Operasi ini berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Kedisiplinan Terhadap Protokol Kesehatan maka upaya masif mendisiplinkan masyarakat lewat Operasi Yustisi terus dilakukan. Karena beberapa wilayah di Papua juga masih cukup tinggi angka penularan virus Corona.

“Kami berharap kepada masyarakat agar selalu mentaati Protokol kesehatan dengan 3M + 1T yaitu menggunakan maskes, mencuci tangan, menjaga jarak dan tidak berkerumun, sehingga dapat memutus rantai penyebaran Virus Corona di Provinsi Papua,” ungkapnya.

Menurutnya,”Kami tetap mengedepankan langkah langkah preemtif untuk memberika edukasi kepada masyarakat akan petingnya mematuhi protokol kesehatan, dimana kita ketahui bahwa pasien penderita covid 19 khususnya di papua makin meningkat. Bukan tindakan yang diberikan diutamakan tapi bagaiman kesadaran masyarakat yang perlu ditingkatkan sehingga kita semua dapat terhindar dari segala penyakit menular lainnya,” jelasnya.

“Covid 19 masih ada dan akan terus ada apabila kita mengindahkan apa yang menjadi kebijakan pemerintah, mari kami mengajak kita semua untuk tetap menjaga lingkungan kita tetap bersih dan sehat,” pungkasnya.