Gabungan Organisasi Buruh, Tolak UU Ciptakerja Omnibus Law Karena Dinilai Merugikan

WARTAKINI.co, SUMEDANG. – Ribuan Massa Buruh turun ke jalan untuk aksi unjuk rasa besar – besaran, menolak Undang – Undang (UU) Cipta Kerja yang baru di sahkan oleh DPR RI.

Kegiatan tersebut dikawal ketat oleh; Anggota Kepolisian Polresta Bandung, Polres Sumedang dan TNI

Hasil pantauan media Wartakini.co dilapangan, Selasa 06 Oktober 2020 pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai, massa buruh sudah memadati jalur jalan raya Bandung-Garut KM 23 bergerak konvoi dari Cileunyi menuju Parakan Muncang.

Para buruh yang tergabung di beberapa organisasi serikat buruh lakukan aksi loong mach di jalan propinsi yang menghubungkan Jalur bandung – garut.

Hasil Pengamatan jurnalis dilokasi, para buruh yang tergabung di beberapa organisasi serikat buruh sebelum lakukan aksi tolak RUU Ciptakerja (Omnibus Law) berkumpul di Depan Kawasan Jarum super Sumedang.

Terlihat aparat gabungan TNI-POLRI pun berjaga untuk melakukan pengamanan aksi tersebut. Selain itu aksi tersebut menyebabkan akses jalan provinsi pun Padat merayap dari arah bandung ke garut takndapat di hindarkan.

Ratusan Aksi (pendemo) gabungan dari sejumlah organisasi buruh tersebut terlihat banyak berkumpul di tengah jalan sambil konvoi menggunakan mobil dan sepeda motor serta membawa bendera yang isinya :

– Hilanganya Upah minimum
– Hilangya pesangon
– Buruh Kontrak ko di Perluas
– TKA di poritaskan
– Jaminan Sosial Terancam Hilang
– Menghilangkan Sanksi pidana Bagi Pengusaha

Salah satu mordinator aksi demo saudara MN menyampaikan ke awak media ” Kami bersama rekan buruh seperjuangan akan merencanakan aksi mogok kerja nasional sebagai bentuk penolakan terhadap UU Cipta Kerja yang baru disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI, kemarin ”

Hingga saat ini belum ada keterangan lokasi dan agenda unjuk rasa selanjutnya di kawasan Bandung Raya.

Salah seorang petugas kepolisian dari Sat Lantas Polres Sumedang yang berhasil team media temui IPTU Dadang komara menyampaikan
menghimbau masyarakat yang datang dan menuju kawasan Rancaekek lebih baik menghindari Jalan Raya Rancekek dan melewati jalur alternatif Parakan Muncang dan Cicalengka.

“Saya beserta jajaran sat lantas berusaha mengawal aksi demo dan mengatur arus lalu lintas supaya tertib dan mengurai kemacetan” Tandasnya. (Ndi/Ndra)