Penyuluh KB Penggerak Sosialisasi Perubahan Perilaku dengan 3M

BKKBN bekerja sama dengan BNPB melalui Satgas Penanganan Covid-19 melaksanakan Kick Off Sosialisasi Strategi Perubahan Perilaku Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 (02/10). Menurut Kepala BKKBN DR. dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Pemerintah untuk bersatu padu melawan Covid-19. BKKBN bersama Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pusat berkomitmen untuk mempercepat penyebarluasan informasi dan sosialisasi tentang 3M yaitu Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Hindari Kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun. Kegiatan ini akan meggerakan Sumber Daya dan Mitra yang dimiliki BKKBN saat ini yaitu Tenaga Penyuluh KB/PLKB baik PNS dan Non PNS serta kader-kader Program Bangga Kencana, GenRe, Saka Kencana dan Koalisi Muda Indonesia.

Hasto juga mengingatkan bahwa kecepatan penyebaran virus COVID-19 harus segera dihambat dengan melaksanakan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Sayangnya, perilaku patuh protokol kesehatan COVID-19 belum menjadi keseharian bagi sebagian masyarakat. Masih cukup banyak masyarakat yang enggan melaksanakan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun) secara konsisten.

Saat ini pemerintah terus berupaya menangani persebaran virus corona melalui kebijakan yang dikeluarkan. Presiden Joko Widodo mengimbau agar warga melakukan perlawanan melawan virus corona dengan penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru, protokol kesehatan dan displin penerapan 3M. Masyarakat diminta tetap tenang. Tidak panik. Bergotong royong dan, terus beraktivitas produktif, bersatu padu untuk tetap bersikap optimistis. Langkah tersebut diharapkan bisa menghambat dan menyetop penularan virus korona.

Keluarga menjadi sentral utama dalam pelaksanaan kebijakan-kebijakan dalam penanganan Covid-19. Kepatuhan anggota keluarga dalam melaksanakan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sangat berperan besar dalam menekan dampak pandemi Covid-19. Keluarga berperan penting melindungi, mensosialisasikan dan mengajarkan anggota keluarganya untuk selalu memakai masker jika keluar rumah, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun (3M). Ingat pesan Ibu merupakan sebuah bentuk bahwa peran ibu dalam keluarga memiliki kontribusi yang besar terhadap perilaku individu.

BKKBN bersama Satgas Penanganan Covid-19 akan melaksanakan program penguatan pencegahan Covid-19 bagi individu, keluarga dan komunitas melalui berbagai saluran dan pendekatan. Para Tenaga Lini Lapangan perlu membuat sistem penggerakan masyarakat dengan salah satunya memanfaatkan metode online/jarak jauh. Sehingga kita tetap taat mengikuti anjuran social distancing (menjaga jarak) sembari terus berusaha berkontribusi dengan menggunakan alat-alat komunikasi yang kita miliki saat ini.

BKKBN dan Satgas akan membagikan materi pesan kunci Covid-19 yang sudah terstandarkan dan sesuai dengan agenda nasional. Materi-materi ini akan diunggah secara rutin melalui berbagai sumber dan dapat diunduh secara mudah oleh siapa saja untuk kemudian disebarkan lagi sebagai informasi yang akurat. BKKBN berpegang teguh untuk menjadi pionir dan sahabat keluarga dalam masa krisis ini. Keberhasilan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga atau Bangga Kencana dipengaruhi besar oleh peran dan kontribusi dari petugas/tenaga lini lapangan salah satunya adalah Penyuluh KB, Petugas Lapangan KB, Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (Sub PPKBD).

Dr. Sonny Harry B. Harmadi selaku Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, mengatakan “kenali dirimu, kenali musuhmu, kenali medan perangmu, seribu kali kau berperang, seribu kali kau menang”. Berkali-kali Sonny mengatakan pentingnya memberikan edukasi dan sosialisasi secara terus menerus tentang pentingnya 3M yaitu Memakai masker, Menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta Mencuci tangan pakai sabun. 3M menjadi media kita untuk berperang melawan Covid-19. Selain itu ada 3 goals utama dari sasaran untuk perubahan perilaku diantaranya adalah persebaran informasi yang cepat dan akurat; mendorong perubahan perilaku; dan responsif terhadap perubahan informasi Covid-19.

Dr. Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc,. Dip.Com mengaris bawahi dari laporan terakhir kasus terkonfirmasi terjadi dan dampaknya justru angka ini semakin meningkat penambahan kasus terkonfirmasi berdasarkan data per 1 Oktober 2020 ada 287.008 yang terkonfirmasi dan kalau kita lihat di seluruh provinsi yang ada memang kontribusi dari provinsi DKI Jakarta itu sebanyak 25,7% dari seluruh kasus yang ada dan juga kita juga masih khawatir temuan juga dari hari ke hari semakin meningkat. Tingkat kepatuhan responden selama seminggu terakhir terutama saat berada di luar rumah misalnya saja kepatuhan menggunakan masker sudah 91,98% kemudian perilaku yang lain misalnya mencuci tangan 75,38% kemudian menjaga jarak 73,54% dan menghindari kerumunan 76,69%.

Menurut Dani, ada beberapa alasan kenapa tidak diterapkan protocol kesehatan terutama adalah karena tidak adanya sanksi yang tegas, ternyata masyarakat Indonesia ini masih senang kalo harus di beri sanksi. Arahan dari bapak presiden bahwa satgas penanganan covid-19 fokus pada perubahan perilaku; fokus juga pada 11 provinsi prioritas program perubahan perilaku penerapan protocol kesehatan dan goal utamanya adalah penurunan angka penularan covid-19 melalui perubahan perilaku. Strategi sosialisasi yang dilakukan melalui 13.000 penyuluh KB dan PLKB dan mensosialisasikan 3M memakai masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan dan mencuci tangan pakai sabun (plus iman dan imun). Webinar ini juga menampilkan Letjen TNI Doni Monardo selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19. (Humas BKKBN)