WARTAKINI.co, SUBANG-Sebelas Cabang Olahraga (Cabor) Binaan Galuh Pakuan ramai-ramai menolak uang pembinaan pemberian KONI Kabupaten Subang.

Kesebelas Cabor tersebut yakni, Arung Jeram, Sambo, Korfball, Pergetasi, Wushu, Muaythai, FPTI, Golf, Bridge, dan Handball, serta Kempo.

Alasan menolak uang pembinaan pemberian dari KONI Kabupaten Subang itu menurut Pembina 11 Cabor Raja Lembaga Adat Karatwan Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, melalui Patih Agung LAK Galuh Pakuan Abah Renggo, dipicu gara-gara adanya pernyataan dari Pengurus KONI Kabupaten Subang, yang akan memberikan uang pembinaan sealakadarnya ke cabor baru binaan Galuh Pakuan. Karena cabor baru itu belum diakui secara sah oleh KONI Subang.

“Ini bukan persoalan menerima, atau tidak menerima uang pembinaan yang selakadarnya dari KONI. Tetapi persoalannya yang membuat kami bertanya besar kepada KONI, dulu Ketua KONI Subang terpilih Asep Rohman Dimyati, berjanji seminggu setelah dilantik akan menggelar RAT, sebagai bentuk pengakuan terhadap cabor-cabor baru. Namun sampai saat ini, belum juga direaslisasikan,” ujar Abah Renggo dengan nada geram kepada wartawan di Subang, Sabtu (21/11/2020).

Penolakan uang pembinaan dari KONI kata Abah Renggo, para pengurus cabor baru binaan Galuh Pakuan takut dikemudian hari tersangkut adanya jeratan hukum. Karena penerima dana hibah dari Pemkab Subang melalui KONI itu harus jelas adanya. 

Sementara di tegaskan Abah Renggo, seluruh cabor baru binaan Galuh Pakuan, sampai saat ini keabsahan keanggotaan di KONI Subang masih belum diakui.

“Jadi kalau menerima uang negara itu, harus jelas dulu nomenklaturnya. Kami tidak melihat besar dan kecilnya perhatian pemerintah melalui KONI Subang. Tetapi yang kami semua takutkan itu, jeratan hukum dikemudian hari, dan kami menginginkan adanya RAT, yang digelar secapatnya oleh KONI Subang saat ini,” jelasnya.

Maka dari itu lanjut Abah Renggo, cabor lama binaan Galuh Pakuan seperti Muaythai, atas solidaritasnya kepada adik-adiknya itu, mereka pun mengancam menarik diri, sebagai status atlit Kabupaten Subang, yang berpotensi mendulang medali di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar 2022. 

“Sebagai konsekuensinya, anak-anak kami dari Muaythai, juga siap menarik diri sebagai atlit Subang untuk memperkuat di Porprov nanti. Itu sebagai aksi solidaritas terhadap cabor baru yang tidak diakui oleh KONI, yang sama-sama binaan Galuh Pakuan,” ucap Abah Renggo.

Semua cabor binaan Galuh Pakuan ditambahkan Abah Renggo, berlatih dengan keras. Baik atlit-atlit yang tergabung di cabor lama maupun baru. 

“Seperti Arung Jeram, mereka berlatih keras di Sungai Citarum Bandung Barat, termasuk Panjat Tebing, Gateball dan yang lainnya, mereka berlatih sama seperti para atlit muaythai, demi mengukir prestasi di Porprov Jabar 2022 nanti,” pungkasnya.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here