Suasana di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2020). Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta akan ditutup selama lima hari mulai Rabu (29/7/2020) hingga Minggu (2/8/2020). Hal ini menyusul adanya satu anggota Dewan dan seorang ASN DPRD DKI yang dinyatakan positif covid-19. MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

WARTAKINI.co , JAKARTA – Gedung DPRD DKI Jakarta kembali ditutup alias lockdown gegara kasus penularan virus Corona (Covid-19). Ada sebanyak 15 orang di gedung anggota dewan Kebon Sirih yang terpapar Corona hingga harus dilockdown selama dua pekan.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan keputusan menutup kantor DPRD ini diambil setelah ia berdiskusi dengan para pimpinan. Penutupan sendiri dimulai hari ini, Senin (4/1/2021).

“Hari ini DPRD DKI mulai tanggal 4 sampai tanggal 18, saya akan lockdown kantor DPRD,” ujar Prasetio di kantor DPRD DKI Jakarta.

Prasetio menjelaskan, saat ini ada tujuh orang anggota dewan dari beberapa fraksi yang dinyatakan positif Covid-19. Selain itu sejumlah pegawai dari kalangan Sekretariat Dewan, hingga stafnya dan istrinya juga terpapar virus corona.

“Satu Plt Sekwan, tiga PJLP, satu sopir dan dua staf saya dan staf istri saya,” jelasnya.

Dari data yang diterima suara.com, daftar nama dewan yang terpapar adalah, M. H. Thamrin, Taufik Zulkifli, Yusriah Dzinnun dari Fraksi PKS; Yudha Permana, Abdul Ghoni, Ichwanul Muslimin dari Fraksi Gerindra, dan Jhony Simanjuntak dari Fraksi PDI Perjuangan.

Kemudian Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dewan (Sekwan), Hadameon Aritonang; Staf Sekwan, Ahmad; Driver Sekwan, Agus Riyanto, Kasubbag Paripurna, Fraksi, dan Pansos Nurbaini; dan Staf Keuangan, Hermansyah.

Lalu PJLP Staf Ahli Ketua DPRD DKI, Eka; Staf Ahli istri Ketua DPRD, Komariah; dan Staf Persidangan Pimpinan dan Komisi, Tri Priyo Cahyono.

Prasetyo mengatakan selama ditutup, gedung DPRD akan disemprotkan desinfektan secara rutin. Selain itu bahkan listrik juga akan dimatikan sepenuhnya agar tak ada aktivitas.

“Listrik saya matikan dan saya semprot. karena bukan apa-apa, karena gedung ini tidak ada ventilasinya, masalahnya itu,” pungkasnya.