Pedagang sorabi khas Ciater

WARTAKINI.co,SUBANG– Dinilai abai terhadap kepentingan masyarakat, Sebanyak 12.500 hektar lahan eks HGU PTPN VIII di Kabupaten Subang yang rencananya akan dijadikan kawasan industri, menuai kritik masyarakat.

Diantaranya, tokoh warga Subang, Oom Abdul Rohman, mempertanyakan legal standing PTPN VIII terkait rencana pemanfaatan lahan HGU untuk dijadikan kawasan industri seperti kawasan agrowisata Ciater dan kawasan industri Manyingsal, mengingat Hak Guna Usaha (HGU) PTPN VIII atas 12.500 hektar tanah itu sudah kadaluwarsa.

Oom juga mempermasalahkan kontribusi PTPN VIII yang selama ini tidak jelas terhadap Subang.

“Ada 12.500 hektar eksisting tanah PTPN VIII di Subang dan itu HGU-nya sudah habis sejak 2011. Hari ini ada gagasan baru bahwa lahan-lahan eks PTPN akan dijadikan kawasan industri. Pertanyaannya, legal standing PTPN seperti apa, karena HGU sudah habis,” tegasnya.

Menurut Oom kalaupun menguasai, Subang sudah melakukan sesuatu kepada PTPN dengan melakukan perubahan Perda RTRW. Nah kontribusi PTPN untuk Subang apa?,” ujar Oom yang juga Ketua DPC PPP kepada Jabarpress.com, Rabu (27/01/2021).[usep]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here