WARTAKINI.co – ICMI Orwil.Jabar Gelar Webinar Dialog Interaktif Tema Potensialitas Perempuan Muslim Dalam Menghadapi Tantangan Zaman, dengan nara sumber : Hj. Neno Warisman, Prof. Dr. Dyah Kusumastuti, MS dan Hj. Siti Muntamah, SAP.

Acara dibuka oleh Ketua ICMI Orwil. Jabar Prof.Dr.H.Moch.Najib.,M.Ag.. Acara dipandu Dr.H.Muslim Mufti.(Sekretaris Dewan.Pakar) Moderator Hj. Didah D Naafisah,Mag. Hadir dalam acara tersebut Prof.Dr. H. Asep. Warlan (Ketua Dewan Pakar), Dr.Ujang Saepulah.,M.Si,.(Sekum ICMI Jabar), Dr.H.Encup.Supriatna (Bendahara), Drs.H.Dedeng Maolani.SH.M.Si, Dr.Hj. Darningsih Rustiadji,Ida Rosdiana,MM, Pengurus ICMI Orda Kab/Kota sejabar, serta Jajaran PKK Kecamatan Se – Kota Bandung Selasa, 27/4/ 2021

Dr. H. Muslim Mufti dalam pengantarnya menyampaikan ucapan terimakasih ICMI Orwil Jabar dapat menghadirkan para Tokoh Perempuan sebagai narasumber pada kegiatan dialog interaktif itu kebetulan beliau beliau sebagai tokoh-tokoh nasional ini. Yaitu Bunda Neno,, Prof. Dyah dan Ummi Hj. Siti Muntamah, SAP Diskusi interaktif ini adalah diskusi yang pertama di bulan Ramadan 1442,Dengan Roundown acara pembukaan disampaikan oleh Prof.Dr.H.Moh.Najib,M.Ag sebagai Ketua ICMI Orwil Jabar, kemudian sambutan Prof.Dr.H.Asep Warlan (Ketua Dewan Pakar ) icmi Orwil Jabar.

Selanjutnya paparan pertama diskusi yang akan disampaikan oleh Ibu dan Hj. Siti Muntamah, SAP, kemudian yang paparan kedua Bunda Neno Warisman dan yang ketika akademisi Prof. Dr. Dyah Kusumastuti, MS ,tiga tokoh ini mudah-mudahan memberikan pencerahan bagi umat.

Sementara itu Prof.Dr.H.Moh.Najib.,M.Ag, menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Tokoh Nasional Perempuan yang bersedia hadir menjadi narasumber, untuk memberikan pencerahan kepada kaum perempuan di Jawa Barat, khususnya bagi Perempuan di Indonesia . Muzakaroh Ramadhan ini rutin diselenggarakan oleh ICMI Orwil Jawa Barat pada setiap bulan Ramadhan. Dan dalam Muzakarah selalu mengangkat masalah-masalah yang terkait secara langsung dengan kebutuhan pemberdayaan umat, untuk kali ini kita akan mengangkat tentang. “ Potensialitas Perempuan Muslim Dalam Menghadapi Tantangan Zaman”. Alhamdulillah kegiatan Muzakarah ini dihadiri Para pengurus Insyaallah Jawa Barat ICMI Orwil jabar, Pengurus ICMI Orda Kabupaten Kota se-Jawa Barat kemudian juga ada dari komunitas yang lain dan Alhamdulilillah diikuti oleh para pengurus PKK Tingkat Kecamatan se Kota Bandung .

Topik kali ini diangkat dalam rangka bagaimana sebenarnya. Perempuan Muslimah Bisa Berkiprah Dalam. Tantangan Zaman dan juga Peradaban ke depan karena sejak beberapa waktu yang lalu. Mengalami banyak tantangan dan juga mengalami. Satu kebutuhan Menyusun barisan agar kita. Salah satu unsur dasar dalam menghadapi kehidupan ini adalah barisan daun dari kaum hawa dari kaum perempuan.
Kita akan bahas bersama dengan menghadirkan para narasumber yang telah kita dan mudah-mudahan. Bagian dari norma akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Dan kita juga bisa memperoleh.dan sekaligus juga bisa memberikan konstribusi secara langsung untuk bisa berperan secara langsung dalam menghadapi tantangan zaman terlalu jauh kedepan nampaknya umat Islam banyak dihadapkan dengan berbagai ragam persoalan dan beragam tantangan, tegas Prof Najib.

Sementara itu Prof.Dr. H.Asep Warlan Ketua Dewqn Pakar ICMI Orwil Jabar antara lai mengatakan bahwa Mencari topik topik yang hangat dan diberikan kepada umat Islam khususnya kaum perempuan. Penyusunan tema dan penyusunan narasumber yang pertama kali mengungkapkan kepengen ada diskusi berkaitan dengan perempuan itu adalalah Prof. Najib Ketua ICMI Jabar. Saya kira yang akan diidiskusikan yang standar yaitu perempuan dalam kaitannya dengan rumah tangga dengan karir kaitanya dengan persoalan kehidupan sosial yang ingin sampaikan bahwa biasanya berupa perubahan.
Sementara itu Neno Warisman, publik figur sekaligus aktivis perempuan, dalam kesempatan Dialog Interaktif antara lain mengatakan bahwa Perempuan hari ini menghadapi tantangan peradaban. sebagai sosok yang berperan penting dalam pendidikan keluarga, perempuan harus mampu menghadapi tantangan zaman.
Berkaitan dengan fenomena tersebut, Bunda Neno mengusulkan, perlu adanya penguatan di tiga platform agar perempuan zaman kini mampu menghadapi tantangan tersebut. Pertama yang harus dibentuk adalah platform otaknya. Kita sambut setiap anak perempuan dengan satu set perpustakaan pertamanya, katanya .

Membangun kecerdasan perempuan sejak dini dengan membatasi penggunaan gawai dan didikan orang tua, terutama ibu. Ibu adalah Madrasah/pendidikan pertama dan utama, yang menjadi contoh dan teladan bagi anak. Membangun kognisi (kecerdasan) dengan etos belajar sehingga anak menjadi berilmu. Hasilnya, perempuan akan memiliki sifat tangguh, pantang menyerah, mandiri, objektif, dan rasional.
Kedua, dengan membentuk platform ruhaninya dan perasaannya. Jadi ruhaninya sangat kaya jika diberikan pengasuhan dengan gaya yang tidak menyalahkan, empatik, berbasis ketaladanan.

Membangun platform ruhani tersebut dilakukan dengan memberikan afeksi yang cukup, dengan mengajarkan etika berbasis Al-Qur’an. Harapannya, agar dapat menanamkan nilai-nilai kebenaran, kejujuran, keadilan, serta kasih sayang.
Ketiga, platform professional, membentuk perempuan menjadi sosok yang tangguh, mampu bertahan menghadapi tantangan. Dibangun dengan etos entrepreneur berbasis bakat dan minatnya, ungkap Bunda Neno.

Sementara itu Prof. Dr. Dyah Kusumastuti, MS Guru Besar, Akademisi dan Praktisi Universitas Sangga Buana Bandung dan Hj. Siti Muntamah, SAP ( Ummi ), Istri Wali Kota Bandung, yang juga Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, juga memberikan pandangannya. Menurut Guru Besar Universitas Sangga Buana tersebut, semua perempuan memiliki potensi. Tinggal mempelajarinya dan memaksimalkanya. Mari buka potensi, berpikirlah, hidup lebih bermakna . Tantangan zaman yang kita lihat ya harus berilmu. Ilmu itu untuk kita kuasai dan hadirkan dalam kehidupan kita, tambah Dyah.

Hj. Siti Muntamah, SAP ( Ummi ), dalam pemaparannya menyatakan, perempuan yang kokoh tidak cukup dengan literasi saja, tetapi juga perlu penguatan spiritual dan jiwa.
Tantangan apapun, memang diperlukan hadirnya perempuan yang kokoh, yang ingat akan tugasnya. Mari kita siapkan perempuan, tidak hanya literasi ilmu, tapi juga spiritual yang baik, dan kekokohan jiwa.

Kedepan ICMI Orwil Jawa Barat, diharapkan dapat mengadakan diskusi dan kajian-kajian bersama perempuan sebagai Praktisi dan Akademisi guna di jadikan masukan ICMI Orwil Jabar kepada Pemerintah. Hal ini sangat penting supaya organisasi organisasi Perempuan yang bergerak diberbagian bidang mendapat perhatian dari pemerintah, pungkasnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here