Dibuat Status FB, Uang Pungut BPUM Terpaksa Dikembalikan

HOT News

Usaha Mikro seperti kedai ini mendapat prioritas bantuan dari Presiden sebagai konpensasi PPKM. Sayang, ada saja oknum yang memanfaatkan kesempatan untuk memungut keuntungan dari bantuan sosial tersebut. (foto: subekti/wartakini.co)

wartakini.co TUBAN – Oknum pemungut Uang Terima Kasih BPUM batal mendulang untung. Malah uang yang terlanjur diterima dari pelaku usaha mikro (UMKM) yang mendapat Banpres UMKM terpaksa dikembalikan. Gara-garanya, pemberian Uang Ucapan Terima Kasih tersebut tercium tokoh masyarakat dan diunggah di media sosial.

Adalah Sunoto, pemilik akun Facebook Mbah Noto yang mengunggahnya. Mantan anggota DPRD Tuban dari PDIP itu mengakui unggahan berbunyi ” cari kesempatan di lorong sempit. Rp 1.200.000 umpama saja digraji Rp 150.000….” di beranda akun bernama Mbah Noto tersebut benar miliknya. Sunoto mengaku mengungah status tersebut karena menerima aduan dari sejumlah pelaku UMKM penerima BPUM tahap ke 3 yang cair bulan ini.

” Mereka (penerima BPUM) bilang diminta menyisihkan Rp 150 ribu dari dana BPUM yang mereka terima untuk ucapan terima kasih pada orang yang menguruskan pengajuan bantuan itu,” kata Sunoto, Rabo (29/9).

Siapa “oknum” penerima uang ucapan terima kasih itu, Sunoto menduga orang tersebut ASN di OPD terkait. Penerima BPUM sendiri belum tahu persisnya.

” Yang jelas bukan aparat Pemdes. Kalau aparat Pemdes orang-orang (penerima BPUM) itu pasti tahu,” kata Sunoto.

Memang yang sudah mengadu terkena sunat Rp 150 ribu untuk Ucapan Terima Kasih baru 12 orang penerima BPUM yang kesemuanya tercatat sebagai warga Kecamatan Kerek. Tapi Sunoto yakin masih banyak yang lainnya yang belum mengaku. Menurut Sunoto, sebagaimana dituturkan sejumlah penerima BPUM, ada semacam “permohonan” dari oknum agar penerima BPUM memberikan uang sebagai tanda terima kasih. Kesepakatannya, masing-masing penerima BPUM dikenai Rp 150 ribu.

” Yang saya terima kan Rp 1 juta dua ratus ribu. Kalau diminta Rp 150 ribu saja ya gak apalah. Lumrah, kan ? Masak dibantu dapat bantuan kok gak mengucapkan terima kasih,” ujar salah seorang penerima BPUM.

Benar, memang tidak banyak bila dibanding dengan nominal bantuan yamg diterima per orang. Tapi bila dikalikan total penerima BPUM yang sebanyak 9.300 orang, maka Rp 1 miliar 395 juta terkumpul dari hasil penyunatan BPUM itu. Sebenarnya ada 18.310 pelaku UMKM yang mengajukan bantuan sosial BPUM tersebut, namun hanya 9.310 UMKM yang dikabulkan permohonannya.

” Tapi uangnya sudah dikembalikan semua, kok, Mas,” tukas penerima BPUM yang berhasil diwawancarai wartakini.co. ” Saya tidak tahu ya yang lainnya apa juga dikembalikan. Tapi kami, 12 orang yang dari Kerek ini, sudah dikembalikan (uang terima kasihnya).”

Pihak Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Diskopinda) Tuban sendiri belum bisa dikonfirmasi mengenai masalah ini. Kepala Diskopinda, Agus Wijaya, belum bisa memberi penjelasan apapun karena masih menemui tamu dari Semarang. (*)

Tinggalkan Balasan

Topik Terbaru

Berita PIlihan

Aktifkan Notifikasi Wartakini.co    Aktif Tidak