Dugaan Palsukan Data Tiga Kelompok Versi Munaslub APKOMINDO 2015 di Somasi

HOT News

WARTAKINI.co, JAKARTA – Dugaan pemalsuan data terkait kepengurusan Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) versi musyawarah nasional luar biasa APKOMINDO tanggal 2 februari 2015 di Jakarta, yang di gunakan sebagai bahan gugatan perdata oleh 3 kelompok orang yang mengatasnamakan pengurus APKOMINDO mulai berbuntut panjang.

Soegiharto Santoso alias Hoky selaku ketua umum APKOMINDO versi musyawarah nasional
2015 dan 2019 yang di sahkan pemerintah melalui surat keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor:AHU-0000478.AH.01.08.TAHUN 2017 untuk masa bakti tahun 2015-2019 dar Nomor:AHU-0000970.AH.01.08.TAHUN 2019 untuk masa bakti tahun 2019-2023.

Akhirnya melayangkan somasi kepada sejumlah pihak yang pernah melayangkan gugatan terkait kepengurusan APKOMINDO versi munaslub Apkomindo tahun 2015
Somasi tersebut sengaja di layangkannya atas pertimbangan bahwa terdapat tiga versi
kepengurusan berbeda untuk satu kegiatan munaslub APKOMINDO 2015, Anehnya. Menurut Hoky tiga versi kepengurusan itu justru bisa di gunakan secara bebas untuk melayangkan gugatan di tiga tempat Pengadilan yang berbeda, yaitu PN Jaktim, PN Jaksel, dan PN Jakpus.

“Tiga kelompok yang mengatasnamakan pengurus APKOMINDO Versi munaslub 2015 ini di
duga kuat menggunakan data palsu untuk mendaftarkan gugatan dan membuat keterangan palsu dalam gugatannya “ungkap Hoky sapaan akrabnya melalui siaran pers yang di kirim ke Redaksi 28/09/2021 di Jakarta.

Hoky yang juga menjabat Pimpinan Media Biskom dan Ketua Dewan Pengawas LSP Pers
Indonesia, membeberkan berdasarkan data yang ada, dugaan pemalsuan data tersebut dapat di lihat secara jelas pada Dokumen Surat Gugatan Perkara Nomor:633/pdt.G/2018/PN.JKT.Sel tertanggal 21 Agustus 2018 dari Kantor Hukum OTTO HASIBUAN dan ASSOCIATES selaku Kuasa Hukum dari Rudy Dermawan Muliadi dan Faaz Ismail,dan surat Eksepsi dan jawaban perkara Nomor:218/pdt.G/2020/PN.JKT/PST di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dari kantor Hukum OTTO HASIBUAN dan ASSOCIATES tanggal 27 Oktober 2020 selaku Kuasa Hukum dari Sonny Franslay, Hengkyanto T.A, Kunarto Mintarno, Rudi Dermawan Muliadi, Suwandi Sutikno, Faaz Ismail, Adnan serta Anne Djoenardi, dimana kedua dokumen tersebut di Tandatangani Otto Hasibuan, Sordame Purba SH.serta Kartika Yustisia Utami akan tetapi isinya berbeda-beda.

Dalam gugatan di PN Jakarta Selatan di sebut kepengurusan APKOMINDO versi Minaslub
2015 adalah Rudi Dermawan muliadi, selaku Ketua Umum, Faaz Ismail selaku Sekertaris
Jenderal dan Adnan Selaku Bendahara sedangkan pada perkara di PN Jakarta Pusat disebut
kepengurusannya adalah Rudi Rusdiah selaku Ketua Umum, Rudy Dermawan Muliadi selaku
Sekertaris Jenderal dan Kunarto Mintarno selaku Bendahara.

Dalam Somasi nya, Hoky mewajibkan seluruh pihak yang nama-namanya disebutkan sebagai pengurus di tiga versi berbeda segera memberikan surat jawaban klarifikasi serta penjelasannya tentang mana yang sesungguhnya benar terjadi pada peristiwa pemilihan terkait kepengurusan hasil munaslub APKOMINDO tanggal 2 Februari 2015 secara tertulis dalam waktu paling lama 2 hari terhitung sejak surat di terima.

Jika somasi di jawab dengan jujur maka saya dengan senang hati siap berdamai namun tidak di gubris maka saya akan membuat laporan Pidana di Kepolisian dengan tuduhan dugaan pemalsuan data dan keterangan palsu yang di gunakan untuk gugatan di tiga Pengadilan sebab mana mungkin bisa terjadi ada tiga versi kepengurusan yang berbeda pada satu kali peristiwa yang sama di tanggal 2 Februari 2015″tandas Hoky.

Menariknya hingga berita ini di tayangkan hanya Rudi Rusdiah yang melayangkan surat jawaban kepada pihak Hoky, dalam suratnya Rudi Rusdiah menyebutkan bahwa dirinya sudah pernah melayangkan surat kepada pihak notaris Anne Djoenardi untuk membatalkan Akta notaris Nomor 55 tentang akta perubahan Anggaran Dasar Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO)tertanggal 24 Juni 2015.

Rudi mengatakan,Pihaknya belum pernah datang ke kantor notaris Anne Djoenardi dengan
alamat Komplek Wijaya Grand Center, Blok A/5.,JL. Wijaya II.Kebayoran Baru Jakarta. dan
tidak pernah bertemu dengan notaris Anne Djoenardi dalam surat Jawaban tertuliskan antara lain bahwa dirinya tidak pernah menerangkan apa-apa kepada pihak notaris Anne Djoenardi kalau pun ada tanda tangan saya di dalam minuta aktanya. “maka saya menduga pada saat itu surat-surat di tumpuk dan saya tanda tangani tanpa mengetahui akan adanya hal tersebut.” Ungkap Rudi.

Sebagai informasi, Rudi mengatakan, pihaknya sudah mengundurkan diri pada tahun yang
sama setelah munaslub karena tidak ingin terlibat lebih jauh dengan masalah di kepengurusan APKOMINDO.

Sementara Hoky mengapresiasi sikap Rudi Rusdiah, atas jawaban beliau yang sangat cepat dan isinya sangat jelas mengungkap kebenaran sebelumnya. “Pak Rudi juga telah sebanyak tiga kali hadir menjadi saksi di persidangan untuk mengungkap kebenaran “pungkasnya.
Hoky menambahkan, surat somasi telah di tembuskan ke Ketua MA. Ketua KY. Ketua Bawas
MA,Kapolda Metro Jaya. Ketua PT DKI Jakarta. Ketua PN Jaktim. Ketua Hukum OTTO
HASIBUAN dan ASSOCIATES dan Kantor Hukum Kula Mithra Law. Kontributor Tangerang : (Asep.s)./RLS)

Tinggalkan Balasan

Topik Terbaru

Berita PIlihan

Aktifkan Notifikasi Wartakini.co    Aktif Tidak