Pendaftaran BPUM Tahap Empat Dibuka, Ini Kata Ketua Kadin UMKM Tuban

HOT News

WARTAKINI.co TUBAN – Bantuan Presiden (Banpres) Produktif untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (BPUM) tahap ke-empat segera digulirkan. Kepala Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Diskopinda) Kabupaten Tuban, Agus Wijaya membenarkan hal itu, Senin (6/9). Agus Wijaya mengatakan pihaknya telah mempublikasikan pengumuman pembukaan pendaftaran bagi pelaku UMKM untuk mendapat BPUM tahap ke-empat tersebut.

” Ya, Mas. Pendaftarannya dimulai 10 September. Ini untuk UMKM yang belum pernah mendapat BUPM. Yang sudah pernah mohon jangan mendaftar,” kata Agus Wijaya.

Agus Wijaya menambahkan, tidak ada batasan jumlah UMKM dalam Banpres UMKM tahap ke-empat ini. Berapa-pun jumlahnya, kata Agus Wijaya, asal semua memenuhi persyaratan, dipastikan bisa masuk daftar penerima BPUM tahap ke-empat ini.

” Syaratnya masih sama, punya e-KTP Tuban, punya usaha yang dibuktikan dengan SIB (Surat Ijin Berusaha) atau SKU (Surat Keterangan Usaha). Bukan ASN, TNI, Polri, Karyawan BUMN. Tidak pernah mendapat KUR (Kredit Usaha Rakyat), itu saja. Silahkan berkasnya semua dibawa waktu mendaftar,” jelas Agus Wijaya.

Mengenai besaran BPUM tahap ke-empat ini Agus Wijaya belum bisa menyatakan. Tapi menurutnya besarannya sama dengan besaran BPUM tahap sebelumnya, Rp 1,2 juta per UMKM. Ia menyarankan para pelaku UMKM melakukan pendaftaran manual ke Diskopinda Tuban, meskipun tidak ada ketentuan wajib untuk itu. Alasan Agus Wijaya, agar lebih terkoordinir dan terdata sehingga pihaknya akan lebih mudah melakukan pembinaan terhadap UMKM-UMKM yang tersebar di seluruh penjuru Kabupaten Tuban.

Sampai hari ini memang belum ada data resmi berapa jumlah UMKM di Tuban. Agus Wijaya memperkirakan lebih dari 98 ribu UMKM. Itu berdasar jumlah Surat Keterangan Usaha (SKU) yang pernah dikeluarkan Diskopinda. Sayangnya, kata Agus Wijaya, sebagian besar UMKM tersebut tidak memperbaharui SKU-nya sehingga tidak diketahui pasti berapa UMKM pemilik SKU tersebut yang sudah tidak melakukan kegiatan usaha produktif.

Loading...

BPUM tahap sebelumnya, 38.985 UMKM yang beruntung mendapat bantuan Rp 1,2 juta lewat BRI dan BNI. Tahap empat ini diharapkan lebih banyak lagi UMKM yang bisa menikmati uang cuma-cuma dari Presiden tersebut, sebagai konpensasi kebijakan PPKM yang membuat pelaku UMKM merugi. Tujuannya jelas, agar para pelaku UMKM mampu survive karena sektor ini terbukti yang paling kuat bertahan selama negara dilanda badai krisis.

Namun bagi KADIN UMKM Tuban, BPUM tak lebih dari bantuan karikatif untuk menjaga kepercayaan politik masyarakat terhadap pemerintah. Ketua KADIN Tuban, Gunawan, tidak terlalu yakin program karikatif itu mampu menyehatkan UMKM. Terlebih lagi tidak semua pelaku UMKM mampu mengaksesnya.

” Yang bisa mengakses ya pemilik-pemilik UMKM bermodal besar. UMKM modal kecil, seperti pedagang-pedagang lesehan, usaha makanan ringan keluarga, yang omzet per tahunnya tidak sampai Rp 300 juta, dan modalnya bahkan di bawah Rp 5 juta, tidak akan dapat mengakses program ini. HP gak punya, apalagi HIB, SKU….” komentar Gunawan.

Gunawan bahwa mencurigai penerima BPUM UMKM tersebut sudah terdata sebelum-sebelumnya. Ia mengaku pada BPUM tahap-tahap sebelumnya 60 UMKM yang berada di bawah naungan KADIN UMKM Tuban yang didaftarkan sebagai calon penerima BPUM UMKM, tidak satu pun lolos. Karena itu untuk tahap ke empat ini pihaknya sengaja tidak mendaftarkan UMKM-UMKM binaan KADIN UMKM Tuban.

” Kata teman saya, percuma. Pusat gak mau repot. Data yang sudah masuk di direktori pusat itu yang dijadikan acuan. Kalau ada yang baru ya beberapa saja, buat nambah pagu penerima,” tanggap Gunawan.

Tentu Gunawan bukan asal duga. Sejumlah pelaku UMKM yang ditemui wartakini.co tidak sedikit yang mengaku tidak pernah mendapat bantuan apapun, bahkan mendengar informasinya saja tidak. Beberapa orang mengaku mendengar informasi adanya bantuan, tapi tidak tahu cara mendaftarnya. Mereka mengaku ada petugas dari kelurahan yang melakukan pendaftaran UMKM, tapi tidak banyak yang didaftarkan.

” Yang didaftarkan ya orang-orang yang dekat sama petugas itu saja. Yang nggak CS-nya (temannya) ya dilewati, Mas,” adu seorang pelaku UMKM makanan olahan di Kelurahan Karangsari Kecamatan Tuban Kota. (*)

 

 

Topik Terbaru

Related Articles

Aktifkan Notifikasi Wartakini.co    Aktif Tidak