Tuban Mulai Krisis Air Bersih

HOT News

Seorang warga mencari air. Krisis air bersih mulai terlaporkan di Tuban (foto: subekti/wartakini.co)

wartakini.co TUBAN – Krisis air bersih mulai terjadi di Kabupaten Tuban. Laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Rabo (15/9), dua desa di Kecamatan Semanding dan Parengan telah mengalami krisis air bersih  Laporan yang disampaikan Pemdes Jadi Kecamatan Semanding dan Pemdes Pacing, Kecamatan Parengan tersebut meminta agar BPBD segera melakukan droping air bersih lantaran dalam sepekan terakhir warga dua desa tersebut mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Kalaksa BPBD Tuban, Yudi Irwanto, melaui Kasi Kedaruratan dan Logistik, M. Fahmi Alhads, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari dua desa di Kecamatan Semanding dan Parengan perihal krisis air tersebut. Pihak BPBD Tuban sendiri, kata Fahmi, telah mempersiapkan droping air ke lokasi itu.

” Kami akan segera siapkan logistiknya (air bersih) untuk didropping ke lokasi krisis air,” kata Fahmi.

Krisis air memang sering terjadi di Kabupaten Tuban. Maklum, kabupaten di pesisir utara Jawa Timur paling barat ini memang beriklim kering. Dari total luas wilayah 183.994.561 ha, wilayah keringnya mencapai 174.298.047 ha atau 94,73 %. Rata-rata curah hujannya juga tergolong rendah, 2.186 mm/tahun dengan hari hujan 89 hari. 38 % terdiri dari batuan mediteran, yakni endapan batu kapur dengan tanah permukaan merah-kuning.

Dengan kondisi alam dan iklim yang cenderung kering itu, kata Fahmi, hampir bisa dipastikan kekeringan selalu terjadi tiap tahun, pada puncak kemarau. Tahun ini belum ada laporan krisis air bersih selain dari dua desa tersebut. Di Desa Jadi, Kecamatan Semanding yang menjadi langganan krisis air pun baru terlaporkan 50 KK di satu dusun yang telah mengalami krisis air bersih, yakni Dusun Bokengkeng. Sedang untuk Desa Pacing, Kecamatan Parengan lebih banyak lagi.

Meski begitu, krisis air yang telah melanda dua desa tersebut tetap mendapat perhatian serius  Sebab tidak menutup kemungkinan akan ada lagi desa-desa lain yang melaporkan serupa. BPBD Tuban berharap krisis air akibat kekeringan tidak meluas dan lebih parah.

” Tahun ini iklimnya cenderung basah. Masih sering turun hujan meski insidental, curahnya sangat kecil dan tidak lama waktunya. Semoga saja tidak meluas krisis airnya,” kata Fahmi mewakili Kalaksa BPBD Tuban. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Topik Terbaru

Berita PIlihan

Aktifkan Notifikasi Wartakini.co    Aktif Tidak